Dampak Covid-19 terhadap Investasi di Indonesia


Dampak Covid-19 terhadap Investasi di Indonesia

Percaya atau tidak, epidemi COVID-19 memiliki banyak dampak buruk pada hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Konsekuensinya tidak hanya berjalan ke satu sektor, tetapi juga untuk sebagian besar kegiatan. Salah satu aspek yang mendapat perhatian lebih selama wabah COVID-19 adalah investasi. Pembatasan itu umumnya telah diaktifkan di banyak negara karena Coronavirus. Akibatnya, kegiatan ekonomi turun signifikan. Baca Juga : Begini cara sukses memulai bisnis online



Apakah kegiatan investasi akan terganggu?

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia mengakui bahwa Coronavirus atau COVID-19 adalah ancaman serius, cepat atau lambat akan mempengaruhi stabilitas ekonomi negara. Rizal Calvary Marimbo, anggota Komite Investasi BKPM untuk Komunikasi dan Informasi, mengatakan bahwa dampak nilai investasi akan terlihat dengan melihat hubungan perdagangan antara negara-negara sentris COVID-19, termasuk Republik Rakyat Tiongkok (RRC) ..

Karena pembatasan dan penguncian di beberapa negara, kegiatan perdagangan telah terpengaruh dan ditangani dengan kerugian laba yang luar biasa. Kegiatan tersebut melibatkan semua jenis bidang dan sektor yang terkait dengan barang dan bahan China, baik dari bisnis ekspor maupun impor.
Kemungkinan Gambaran Umum di bulan April

Dampak COVID-19 pada kegiatan investasi di Indonesia tidak dapat dihitung saat ini. Menurut BKPM, nilai realisasi investasi dapat diukur setelah rilis nilai realisasi investasi kuartal pertama 2020, pada bulan April. Di sisi lain, Bahlil Lahadalia, ketua BKPM, mengatakan bahwa nilai investasi di Indonesia tidak dapat dihitung segera setelah wabah dimulai. Terutama ketika COVID-19 mulai menyebar ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Januari lalu, BKPM belum mengidentifikasi perubahan signifikan dalam kegiatan investasi Indonesia karena dampak COVID-19 belum terlihat di Indonesia. Itu mulai berubah pada awal Maret ketika beberapa kasus COVID-19 ditemukan di Indonesia, mengakibatkan pembatasan kegiatan ekonomi.
BKPM berpendapat, pengaruh ekonomi akan muncul di permukaan baik pada akhir Maret atau awal April. Pengaruh ini sudah pasti terjadi, karena RRC memiliki nilai realisasi investasi asing terbesar kedua di Indonesia pada tahun lalu. Pada 2019, nilai investasi China di Indonesia tidak kurang dari USD 4,7 juta. Jumlahnya sama dengan hampir 17% dari total nilai investasi asing Indonesia.

Dampaknya Mencapai Ratusan Triliun Kehilangan

Berdasarkan total nilai investasi yang disebutkan di atas, dampak COVID-19 untuk investasi di Indonesia dapat mencapai triliunan rupiah. Menurut Institute for Economics and Finance (INDEF), wabah COVID-19 akan menyebabkan kerugian hingga Rp127 triliun. Jumlah yang fantastis muncul karena faktor utama: prospek investasi dan pertumbuhan terus turun.
Prediksi ini sejalan dengan pernyataan pemerintah; 1% dari penurunan ekonomi China akan mempengaruhi 0,3% dari penurunan ekonomi Indonesia. Ketika situasi tumbuh lebih besar, tidak sepenuhnya mustahil bahwa mungkin ada penurunan 5% pada negara ekonomi RRC pada tahun 2020.
Dampak bagi Industri, Siapa yang Paling Terkena Dampak?
Ida Fauzia, Menteri Tenaga Kerja Indonesia, mengatakan, sektor pariwisata berada dalam kondisi terendah sejak Indonesia dan negara-negara lain mulai membatasi perbatasan mereka dari orang asing dengan menutup bandara internasional. Hal ini berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan yang mengunjungi beberapa objek di negara tersebut. Biro Pusat Statistik menyatakan bahwa ada penurunan 7,62% pada turis asing selama Januari 2020 ketika wabah COVID-19 mulai mengancam beberapa negara. Akibatnya, menurut Menteri Tenaga Kerja, banyak pemilik hotel di Bali dan Batam terpaksa melakukan PHK besar-besaran.

Selain itu, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan lebih dari 20 juta orang akan kehilangan pekerjaan karena wabah Coronavirus. Situasi ini membawa kita kembali ke krisis ekonomi global 2008-2009, di mana jumlah pengangguran mencapai 22 juta orang.

Dari analisis, investor perlu menjaga bisnis mereka dan selalu mendapatkan informasi terbaru tentang penyebaran COVID-19. Dengan memiliki strategi dan perhitungan yang tepat, risiko kerugian dan dampak buruk dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Komentar